UNSUR-UNSUR DINAMIS DALAM PEMBELAJARAAN

Standar

Unsur – Unsur Dinamis Yang Terkait Di Dalam Proses Belajar

Pengertian :

Unsur-unsur dinamis dalam belajar adalah unsur-unsur yang dapat berubah dalam proses belajar. Perubahan unsur-unsur tersebut dapat berupa: dari tidak ada menjadi ada atau sebaliknya, dari lemah menjadi kuat dan sebaliknya, dari sedikit menjadi banyak dan sebaliknya.

Unsur-Unsur Dinamis 

Unsur-unsur dinamis tersebut meliputi: motivasi, bahan belajar, alat bantu belajar, suasana belajar dan kondisi subjek pembelajar.

  1. Motivasi dan upaya memotivasi siswa untuk belajar.
  2. Bahan belajar dan upaya penyediaannya.
  3. Alat bantu belajar dan upaya penyediaanya.
  4. Suasana belajar dan upaya pengembangannya.
  5. Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya.

Beberapa Upaya Yang Dapat Ditempuh Untuk Memotivasi Siswa Agar Belajar Ialah. 

  • ·         Kenalkan siswa pada kemampuan yang ada pada dirinya sendiri. Dengan mengenal kemampuan dirinya, siswa akan tahu kelebihan dan kekurangannya. Dengan mengetahui kelebihan dirmya, ia mengukuhkan dan memperkuat kelebihan tersebut. Dengan mengetabui kekurangan yang ada pada dirinya, siswa akan berusaha menyempurnakan melalui aktivitas belajar. Di sini siswa akan timbul motivasi belajarnya.
  • ·         Bantulah siswa untuk merumuskan tujuan belajarnya. Sebab, dengan merumuskan tujuan belajar ini, siswa akan mendapatkan jalan yang jelas dalam melaksanakan aktivitas belajar. Siswa juga akan mempunyai target-target belajar, dan ia berusaha untuk mencapainya.
  • ·         Tunjukkan kegiatan-kegiatan atau aktivitas-aktivitas yang dapat mengarahkan bagi pencapaian tujuan belajar.
  • ·         Kenalkanlah siswa dengan hal-hal yang baru. Sebab hal-hal baru ini dapat “menghidupkan kembali” hasrat ingin tahu siswa. Adanya rasa ingin tahu yang demikian besar, menimbulkan gairah bagi siswa untu beraktifitas belajar.
  • ·         Buatlah variasi-variasi dalam kegiatan belajar mengajar, supaya siswa tidak bosan. Sebab, kebosanan pada diri siswa, termasuk dalam aktivitas belajar, hanya akan memperlemah motivasi saja.
  • ·         Adakan evaluasi terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh siswa. Sebab, evaluasi yang dilakukan terhadap keberhasilan belajar siswa ini, akan mendorong siswa untuk belajar. karena ingin dikatakan berhasil belajarnya.
  • ·         Berikan umpan balik terhadap tugas-tugas yang diberikan dan evaluasi yang telah dilakukan. Dengan adanya umpan balik, siswa akan mengetahui mana aktivitas belajarnya yang benar dan mana yang kurang benar, mana pekerjaannya yang sesuai dan mana pekerjaannya yang tidak sesuai.

Bahan Belajar Dan Upaya Penyediaannya.

Faktor-faktor yang harus menjadi pertimbangan adalah :

•      Cukup menarik

•      Isinya relefan.

•      Mempunyai sekuensi yang tepat.

•      Informasi yang dibutuhkan ada.

•      Ada soal latihan

•      Ada jawaban kunci untuk soal latihan.

•      Ada tes yang sesuai.

•      Terdapat petunjuk untuk mengadakan perbaikan.

Ada petunjuk lanjutan untuk mempelajari bahan selanjumya.

Alat Bantu Belajar Dan Upaya Penyediaanya.

  •   Jenis kemampuan apa yang ditargetkan untuk dikuasai oleh pembelajar.
  •   Faktor ketersediaan alat bantu tersebut
  •   Faktor keterjangkauannya
  •   Kepraktisan dan daya tahan alat bantu.
  •   Keefektifan dan keefisienan alat bantu

Suasana Belajar Dan Upaya Pengembangannya.

•      Buatlah kontak pengajaran dengan para siswa

•      Rancanglah aktivitas belajar siswa

•      Berikan kebebasan kepada siswa untuk mengemukakan pendapatnya.

•      Buatlah suasana yang demokratis. agar tidak menakutkan bagi para siswa dalana beraktivitas.

•      Rancanglah ruangan belajar sefleksibel mungkin hingga mudah dirubah-ubah.

•      Jangan gampang memberikan penghukumn terhadap siswa, lebih-lebibh jika kepada siswa yang belum tentu bersalah.

•      Hargailah siswa-siswa mencoba cara-cara dan metede-metode baru

 

Kondisi subjek belajar dan upaya penyiapan dan peneguhannya.

•      Memperkenalkan dengan lingkungan belajar yang mangkin baru bagi mereka.

•      Memelihara keseimbangan emosi mereka, agar secara psikologis mereka merasa aman.

•      Mengasah kondisi psikis mereka dengan latihan-latihan.

Menerima mereka apa adanya dengan segala kelebihan dan kekurangannya sehingga subjek belajar tidak merasa tertolak oleh lingkungannya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s