DEFINISI BELAJAR, PEMBELAJARAN, PENDIDIKAN, PENGAJARAN

Standar

Belajar

Belajar adalah perubahan yang relatif permanen dalam perilaku atau potensi perilaku sebagai hasil dari pengalaman atau latihan yang diperkuat. Belajar merupakan akibat adanya interaksi antara stimulus dan respon. Seseorang dianggap telah belajar sesuatu jika dia dapat menunjukkan perubahan perilakunya. Menurut teori ini dalam belajar yang penting adalah input yang berupa stimulus dan output yang berupa respon.

Stimulus adalah apa saja yang diberikan guru kepada pelajar, sedangkan respons berupa reaksi atau tanggapan pelajar terhadap stimulus yang diberikan oleh guru tersebut. Proses yang terjadi antara stimulus dan respon tidak penting untuk diperhatikan karena tidak dapat diamati dan tidak dapat diukur, yang dapat diamati adalah stimulus dan respons, oleh karena itu apa yang diberikan oleh guru (stimulus) dan apa yang diterima oleh pelajar (respons) harus dapat diamati dan diukur.

Penjelasan dari perubahan dalam definisi belajar

  • Perubahan akibat belajar dapat terjadi dalam berbagai bentuk perilaku, dari ranah kognitif, afektif, dan/atau psikomotor. Tidak terbatas hanya penambahan pengetahuan saja.
  • Sifat perubahannya relatif permanen, tidak akan kembali kepada keadaan semula. Tidak bisa diterapkan pada perubahan akibat situasi sesaat, seperti perubahan akibat kelelahan, sakit, mabuk, dan sebagainya.
  • Proses perubahan tingkah laku dinyatakan dalam bentuk penguasaan, penggunaan, dan penilaian terhadap sikap dan nilai-nilai pengetahuan yang terdapat dalam berbagai bidang studi atau lebih luas lagi dalam berbagai aspek kehidupan
  • Perubahannya tidak harus langsung mengikuti pengalaman belajar. Perubahan yang segera terjadi umumnya tidak dalam bentuk perilaku, tapi terutama hanya dalam potensi seseorang untuk berperilaku.
  • Perubahan terjadi akibat adanya suatu pengalaman, praktikatau latihan. Berbeda dengan perubahan serta-merta akibat refleks atau perilaku yang bersifat naluriah.
  • Perubahan akan lebih mudah terjadi bila disertai adanya penguat, berupa ganjaran yang diterima – hadiah atau hukuman – sebagai konsekuensi adanya perubahan perilaku tersebut.
  • Proses perubahan dalam belajar menuju ke arah tujuan yang lebih baik dan bermanfaat bagi dirinya maupun orang lain.
  • perasaan bangga dalam diri karena dapat mengerti dan paham akan apa yang di pelajari.

Empat tahapan belajar

Ada empat tahapan belajar manusia, yaitu:

  • Inkompetensi bawah sadar, yaitu tidak tahu bahwa ia tidak tahu.
  • Inkompetensi sadar, yaitu tahu bahwa ia tidak tahu.
  • Kompetensi sadar, yaitu tahu bahwa ia tidak tahu.
  • Kompetensi bawah Sadar, yaitu tahu bahwa ia tahu.

Inkompetensi bawah sadar

Kondisi di saat kita tidak mengetahui kalau ternyata kita tidak tahu. Contohnya adalah keadaan pikiran banyak pengemudi muda saat mulai belajar mengemudi. Itulah mengapa pengemudi muda mengalami lebih banyak kecelakaan ketimbang pengemudi yang lebih tua dan berpengalaman. Mereka tidak dapat (atau tidak mau) mengakui terbatasnya pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman mereka. Orang-orang yang berada dalam keadaan ini kemungkinan besar akan mengambil risiko, memapar diri pada bahaya atau kerugian, untuk alasan sederhana yang sama sekali tidak mereka sadari bahwa itulah yang mereka lakukan.

Inkompetensi sadar

Pengakuan sadar pada diri sendiri bahwa kita tidak tahu apa yang dapat kita lakukan, dan penerimaan penuh atas kebodohan kita.

Kompetensi sadar

Ketika kita mulai memiliki keahlian atas sebuah subjek, tetapi tindakan kita belum berjalan otomatis. Pada belajar yang ini, kita harus melaksanakan semua tindakan dalam level sadar. Saat belajar mengemudi, misalnya, kita harus secara sadar tahu di mana tangan dan kaki kita, berpikir dalam setiap pengambilan keputusan apakah akan menginjak rem, berbelok, atau ganti gigi. Saat kita melakukannya, kita berpikir dengan sadar tentang bagaimana melakukannya. Pada tahap ini, reaksi kita jauh lebih lamban ketimbang reaksi para pakar.

Kompetensi bawah sadar

Tahapan seorang ahli yang sekadar melakukannya, dan bahkan mungkin tidak tahu bagaimana ia melakukannya secara terperinci. Ia tahu apa yang ia lakukan, dengan kata lain, ada sesuatu yang ia lakukan di hidup ini yang bagi orang lain tampak penuh risiko tetapi bagi dia bebas risiko. Ini terjadi karena ia telah membangun pengalaman dan mencapai kompetensi bahwa sadar pada aktivitas itu selama beberapa tahun. Ia tahu apa yang ia lakukan, dan ia juga tahu apa yang tidak dapat ia lakukan. Bagi seseorang yang tidak memiliki pengetahuan dan pengalamannya, apa yang ia lakukan tampak penuh risiko.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Belajar

Perbedaan antara Pendidikan dan Pembelajaran

Terdapat perbedaan mendasar antara kata pendidikan dengan pembelajaran. Pada dasarnya, pendidikan memiliki arti lebih luas dibanding pembelajaran. Dan, pembelajaran merupakan bagian dari sebuah pendidikan.

Ada beberapa hal yang dapat menunjukkan sebuah perbedaan antara pendidikan dan pembelajaran. Bahwa secara sederhana, pendidikan merupakan usaha sadar dan sengaja untuk mendewasakan peserta didik dengan mentransfer nilai-nilai (value). Sedangkan pembelajaran merupakan usaha sadar dan sengaja untuk mendewasakan peserta didik dengan mentransfer pengetahuan.

Secara mendasar, perbedaan antara pendidikan dan pembelajaran dapat dilihat dari perbedaan antara kata mengajar dan mendidik. Mengajar ialah memberikan pengetahuan atau melatih kecakapan-kecakapan (keterampilan) kepada anak-anak. Sedangkan mendidik adalah membentuk budi pekerti dan watak anak-anak. Jadi, dengan pengajaran, guru membentuk kecerdasan. Dan dengan pendidikan, guru membentuk kesusilaan pada anak.

Mengajar merupakan kegiatan teknis keseharian seorang guru. Semua persiapan guru untuk mengajar bersifat teknis. Hasilnya juga dapat diukur dengan instrumen perubahan perilaku yang bersifat verbalistis. Tidak seluruh pendidikan adalah pembelajaran, sebaliknya tidak semua pembelajaran adalah pendidikan. Perbedaan antara mendidik dan mengajar sangat tipis, namun secara sederhana dapat dikatakan ‘mengajar yang baik adalah mendidik’. Dengan kata lain, mendidik dapat menggunakan proses mengajar sebagai sarana untuk mencapai hasil yang maksimal dalam mencapai tujuan pendidikan.

Mendidik lebih bersifat kegiatan berkerangka jangka menengah atau jangka panjang. Hasil pendidikan tidak dapat dilihat dalam waktu dekat atau secara instan. Pendidikan merupakan kegiatan integratif olah pikir, olah rasa, dan olah karsa yang bersinergi dengan perkembangan tingkat penalaran peserta didik.

Mengajar, bobotnya adalah penguasaan pengetahuan, keterampilan dan keahlian tertentu yang berlangsung bagi semua manusia pada semua usia. Sedangkan mendidik, bobotnya adalah pembentukan sikap mental atau kepribadian peserta didik. Dengan kata lain, mengajar lebih ditekankan pada penguasaan pengetahuan tertentu, sedangkan mendidik lebih ditekankan pada pembentukan manusianya (penanaman sikap dan nilai-nilai).

Jika ditinjau dari tujuannya, perbedaan antara pendidikan dan pembelajaran dapat dirinci sebagai berikut;

Tujuan pendidikan yaitu membentuk manusia yang berwatak; mendidik anak-anak agar dapat berpikir secara rasional, bekerja beraturan dan sungguh-sungguh; menanamkan rasa persatuan; membentuk manusia yang bebas dan merdeka serta percaya diri dan bertanggung jawab; membentuk pribadi yang aktif mengabdi dan membangun masyarakat; mengembangkan manusia seutuhnya, yakni yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur serta memiliki pengetahuan yang mumpuni.

Sedangkan tujuan pembelajaran yaitu pernyataan yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil belajar, dan suatu deskripsi mengenai tingkah laku yang diharapkan tercapai oleh peserta didik setelah melalui proses pembelajaran. Dengan demikian, tujuan pendidikan lebih luas dan mendalam dari tujuan pembelajaran.

Jika ditinjau dari prosesnya, perbedaan antara pendidikan dan pembelajaran dapat diketahui dari hal berikut;

Dalam proses pendidikan dibutuhkan konsep self learning (belajar secara mandiri), dan berani berpendapat. Di samping itu, proses pendidikan harus berdasar pada empat pilar proses pendidikan, yaitu learning to know (belajar untuk menguasai pengetahuan), learning to do (belajar untuk mengaplikasikan pengetahuan), learning to be (belajar untuk mengembangkan diri) dan learning to live together (belajar untuk bermasyarakat).

Sedangkan dalam proses pembelajaran diperlukan adanya petunjuk untuk memilih isi mata pelajaran, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, prosedur pengajaran, standar penilaian.

Dengan demikian, dalam prosesnya, pendidikan bersifat konseptis-teoritis sekaligus figuratif (peneladanan), sedangkan pembelajaran lebih bersifat teknis.

Secara global, perbedaan antara pendidikan dan pembelajaran dapat dideskripsikan yakni; pendidikan menitikberatkan pada pembentukan dan pengembangan kepribadian. Sedangkan pembelajaran adalah proses transfer ilmu pengetahuan, dengan tujuan mendapatkan perubahan tingkah laku pada peserta didik setelah memperoleh pengetahuan (melalui proses pembelajaran).

Perbedaan dan Persamaan Pendidikan, Pembelajaran, Pengajaran

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar       dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat bangsa dan negara.

Pengajaran adalah kegiatan yang dilakukan guru dalam menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pengajaran juga diartikan sebagi interaksi belajar dan mengajar. Pengajaran berlangsung sebagai suatu proses yang saling mempengaruhi antara guru dan siswa.

Pembelajaran adalah usaha membantu siswa atau anak didik mencapai perubahan struktur kognitif melalui pemahaman. Psikologi humanistik, pembelajaran adalah usaha guru untuk menciptakan suasana yang menyenangkan untuk belajar (enjoy learning), yang membuat siswa dipanggil untuk belajar

Persamaan antara pendidikan, pembelajaran dan pengajaran. Semuanya akan dapat mencapai tujuan jika pembelajaran bermakna dengan pengajaran yang tepat. Sebaliknya pendidikan tidak akan mencapi tujuan jika pembelajaran tidak bermakna dengan pengajaran yang tidak tepat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s